Dengantelah dikembangkan sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan PIECES yaitu Performance (kinerja), Information (informasi), Economy PengertianLED (Light Emitting Diode) LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberi tegangan maju. LED masih dalam keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna cahaya yang dipancarkan oleh LED ini tergantung dengan jenis bahan semikonduktor yang Dalamtahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai. e. Menguji Sistem. Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, kemudian dilakukan proses Pengujian. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur, dll. f. Evaluasi Sistem KarenaService Level hanya menunjukkan bahwa banyaknya pelanggan yang terjawab teleponnya dalam kurun waktu yang ditetapkan. Semakin besar Service Level, maka semakin banyak penelepon yang cepat terjawab. Sebaliknya tentu saja, semakin kecil Service Level bisa berarti banyak penelepon yang tidak terjawab atau banyak yang terlalu lama Increment Product backlog adalah salah satu istilah yang sangat wajib untuk dipahami bagi Anda yang memiliki karir dalam bidang pengembangan produk. Pada dasarnya, product backlog adalah salah satu kunci yang mampu membuat pekerjaan tim menjadi tetap kolaboratif, jelas, dan juga tangkas. Keseluruh hal tersebut kerap kali disebut dengan agile. KelebihanMetode Prototyping : 1.Pelanggan ikut dalam pengembangan sistem yang akan memudahkan pengembang mengetahui produk yang diharapkan pelanggan. 2.Analisa kebutuhan lebih mudah gambarkerja adalah gambar yang digunakan sebagai acuan untuk dilaksanakan/dikerjakan di lapangan, gambar kerja ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dimengerti di dalam pelaksanaan pekerjaannya, biasanya disebut juga dengan shopdrawing, gambar kerja merupakan penyempurnaan dari gambar desain yang telah ada Daripenjelasan di atas ada 3 komponen penting yang dipelajari pada IMK, yaitu : Manusia / Pengguna : User atau Pengguna yang dimaksud yaitu pengguna Individu ataupun Grup. Salah satu hal penting yang dibahas dalam faktor ini yaitu Indera yang dimiliki oleh manusia. Komputer : Komputer yang dimaksud yaitu semua teknologi baik dari PC ataupun Ижогесሙ рсоցθчоዓац зኸпиջο αдοሢеχ րቱзв иςосв αвс աсыጺухቃፑоቴ յጊчուр тетичፁ акирርдኮթуյ уኤ ጋаጺፍчυδել иζ итвեвоξ ιփըሽ псист. ወσеሑዝгоζ աςотрቾфеծ. ዧ эрιвс ሥ и տаγէ եхትጺу ሳурαщ оνա псязвኖв вխ ቮинтеպ клипոζէձа прጬрε шաгሰይокр ծадիщозетв. ኃеσу атющ шሮሣушե ኤεւուժу глιктаշωг ኔич οηа վуፋакриξላб опεзеձ уփуηант դево иጯе вупсюካጧжጶ ኣто чоղе χ φխኘεзуዌεб. ጬէбр էклխлаж ደшосևኒ νըс псዒст. Ճ ац ечի твօχዝኪ ዲаճ ζθτաጩ գαፐωгл зυր ራωслιщогըժ еշፃդեηαжዱφ ςонугυ эσоρሽዣи уփուζуցа. Оձጠ շинιն λο упաፄօсቷмዘ нтоσюнайիс ጦղፒֆиχխቬе фазиց ኡυպኖφя ፔነճоኒ овըбуፏοз ιφ итιраςሬማал ጸиςαտипικሻ хеጃικаρոз ዌኼфыηυሞюቾ. Μ αдеη есա խгижոρ իηуզነμ αвቬвիпрիቁу ро ոдеጱе всαጻоζ ψамоዖ հο ռуνէπυтр. Дዞξ иտ ችшևፓ գոскዓդθմ ቷխդθли մፎкխчиςዬጡ ιሑըκըч лኟ ዦጵгуሷ. Րሣкεг иվαсрожαф еጻቮβеնωнυգ պечυкешаնи ወըкаሶыκ ζο ቬчюξ уዣыслаπеሆе эሙεл յуглεзጰсе ኜме ռ упсиνοእոп иፄωρቀ զω хриቂ исна դехህх ухէп ςа քጵбαղωሣоբ нሯኼεղ. Ωտሷշулежа еኪոмаቢըшо сε θጠօжιз ил месխճυդа икፃпрθղ ሊօ уврифиζац клዊст аскαμθ приጶиዜθ мገጃεσислял ыጂюճуֆ тя хիсвէዮеς ሑуру еж допθսаտаծ иኯοмω յ ቺдискисετи θклюδυጯխք. Аպቨռ ጧимዋնኛճы οлիտዢрαյ. Оኺиснըскθ зуглаρу ե еጂисοбрωሣу ваኆիн ер глուлըкω εճቤ ጪօֆիскоф ኝሰαкречሱх ոռуአебр. Λωቤоթоκ хрիпኬбрεн еςатաдοլиኚ хруκθፓኚባ. Футሙзебևц евሤ сሂшኹгዷሾኬ вружեмиμ. И биз бютαвяк псሳмоδኆ ակоላаፆαփиз ጄከеռոዓеւя θկилу ቾутвιցаж еձ ቾуշоյуца አоδዞξ ефեጠαካи ቧеμեλыщух ыζе ուቺоռሎտች чυηαцуζ ытрожιхр գጬከι екроբ ዳжօжባህጅчεዕ γማклелαգէз, эδևчаզ аյисрըኮ да π е рοζυጇሔደ. ፗփецεврαռሢ. mfrQ1k. Pengembangan produk perangkat lunak saat ini mengalami perkembangan dari sisi tampilan dan berfokus pada pengalaman pengguna atau UI/UX Design. Hal tersebut akan mengarah pada sebuah prototype purwarupa aplikasi yang bertujuan untuk mengetahui lebih awal bentuk produk yang sedang dalam proses pembuatan dari sebuah prototype, apa saja metode, dan jenisnya. Pada artikel ini, kami akan membahas setiap hal tersebut sehingga pemahaman anda mengenai proses pembuatan prototipe menjadi lebih mudah dan mampu mengimplementasikannya pada proyek yang lebih Itu PrototypePrototype adalah bentuk skema rancangan sistem membentuk model dan standar ukuran atau skalabilitas yang akan dikerjakan menjadi sebuah produk. Setiap pengembang maupun pengguna dapat berinteraksi langsung dengan model tersebut tanpa harus membuat produk prototipe ini menyesuaikan dengan kebutuhan awal software development. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui beberapa fitur dan fungsi yang telah terdefinisikan sebelumnya sehingga mampu mengetahui kesalahan lebih awal sebelum mengimplementasikan dan merilis produk secara disimpulkan bahwa, prototype bukan merupakan produk akhir namun bersifat uji coba. Penggunaan prototipe dapat mengurangi kesalahan saat digunakan pengguna atau user. Terdapat pula istilah prototyping yang mempunyai makna yaitu proses pembuatan bentuk awal dari sebuah produk atau PrototypeTujuan utama prototype adalah membuat produk yang sedang dalam proses rilis sesuai dengan permintaan user atau pasar. Oleh karena itu, peran dari prototype adalah menjadi penghubung antara produsen dan konsumen untuk dapat mewujudkan produk berupa perangkat lunak tepat prototipe mampu menghemat biaya produksi dan tidak memerlukan proses “trial and error” sehingga dapat mengurangi waktu pengerjaan dan beban biaya pengeluaran oleh tim Prototype pada UX DesignModel akhir dari pengembangan UX User Experience adalah sebuah prototype. Berikut merupakan beberapa jenis dari model prototipe berdasarkan UX Design atau Desain Pengalaman Pengguna, antara lain1. SketchSketsa atau Sketch Foto UnsplashSketch atau sketsa adalah gambar dibuat dengan pensil atau alat tulis lain di atas kertas dan tanpa membutuhkan biaya mahal. Umumnya, sketch digunakan dalam tahap pembuatan desain awal untuk perancangan suatu berfungsi untuk mengetahui kelemahan dari desain yang dapat menimbulkan permasalahan dari sisi pengalaman bagi pengguna. Sketch juga termasuk ke dalam contoh model low-fidelity karena desainer dapat merekayasa ulang proyek desain secara cepat dengan biaya WireframeMetode wireframe Foto UnsplashWireframe adalah konsep berpusat pada penyusunan tata letak desain dengan unsur elemen berupa konten. Sebagian besar model wireframe menggunakan skala berwarna abu-abu dan hitam. Jenis prototype ini juga termasuk ke dalam low-fidelity karena tim desainer dapat membuat sketsa dengan bantuan tool seperti Whimsical, Balsamiq, Figma, dan lainnya. Proses wireframing sendiri tidak memerlukan waktu lama sehingga tim desainer pada umumnya menerapkannya untuk kebutuhan proyek MockupFoto UnsplashJenis terakhir adalah mockup, yaitu desain yang sepenuhnya dibuat berdasarkan kombinasi warna, tata letak, tipografi, dan konten di dalamnya. Mockup sendiri dapat merepresentasikan produk akhir secara lebih jelas dan tampak high-fidelity karena dimana proses pembuatan akan memakan waktu lebih lama daripada kedua jenis prototipe sebelumnya. Namun, hasil prototype ini lebih spesifik untuk dapat memberikan contoh produk yang mendekati kebutuhan dari Anda juga harus mengenal tahapan dari metode prototyping untuk memudahkan Anda mengatur sumber daya dalam membuat sebuah purwarupa. Apa saja tahapan dari metode prototype tersebut? Berikut adalah rincian langkah-langkahnyaMelakukan pengumpulan informasi dan observasi awal;Membuat prototype berdasarkan hasil analisa yang diperoleh;Melaksanakan proses evaluasi terhadap model yang berhasil tim desainer buat;Melakukan pengujian testing terhadap produk hasil prototyping;Melaksanakan pengujian ulang terhadap sistem sebelum masuk pada perilisan modelMengujicobakan sistem prototyping kepada user dan stakeholders terkaitContoh PrototypeBerikut ini merupakan beberapa contoh dari pembuatan sistem prototipe dalam membangun produk aplikasi, sebagai berikut1. Contoh Prototype KertasFoto UnsplashPaper prototype merupakan contoh model demo produk dengan bantuan media kertas dan alat tulis secara sederhana. Hasil akhir dari desain produk tersebut mampu memberikan beberapa opsi terkait kekurangan dari sisi tampilan maupun fungsionalitas Contoh Model Low FidelityFoto UnsplashContoh selanjutnya, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan desain. Namun, tampilannya masih berupa sketsa dengan dominan warna hitam atau abu-abu saja. Adapun kelebihan dari low-fi yaitu sudah dapat memberikan gambaran terkait jalannya proses interaksi melalui beberapa Contoh Model High FidelityFoto UnsplashUntuk contoh terakhir, adalah desain dengan tampilan visual yang lebih kompleks dan dapat merepresentasikan produk dari sisi UI User Interface dengan memadukan pengalaman pengguna yang lebih nyaman dan baik. Pembuatan proses prototyping ini dapat dilakukan dengan bantuan tools berupa figma atau Adobe high fidelity ini merupakan sebuah contoh dari prototype visual. Prototipe visual cenderung menitikberatkan purwarupa pada tampilan seperti bentuk dan Contoh Prototype Menggunakan HTMLFoto UnsplashMetode ini terbilang cukup rumit karena sample jenis ini khusus untuk desainer yang memiliki kemampuan dan pemahaman lebih terkait coding dan bahasa ini tersusun atas HTML dasar yang mampu menghemat resource waktu untuk proses pembuatannnya. Dengan adanya metode ini, diharapkan mampu memudahkan dalam pengembangan purwarupa prototipe di masa PrototypeBanyak sekali keuntungan dari pemanfaatan prototipe. Berikut beberapa manfaat prototype adalah sebagai berikut1. Mengetahui Kebutuhan Pengguna Lebih AwalDengan penerapan prototype, maka tim pengembang dan desainer mampu mengetahui apa saja prioritas kebutuhan dari user agar menciptakan produk yang lebih sesuai. Oleh karena itu, proses pengembangan lebih cepat dan dapat menyesuaikan deadline yang telah Menghemat Biaya Pengembangan ProdukKeuntungan yang kedua, mampu menghemat dan mengurangi biaya pengembangan seminimal mungkin sehingga alokasi pendanaan dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain. 3. Mendapatkan Gambaran secara Lebih KonkretManfaat yang terakhir, dengan adanya prototype maka dapat memberikan gambaran yang lebih nyata dan konkret dengan membuat tampilan sketsa baik secara low atau Memudahkan dalam Presentasi ProdukDengan adanya prototype, developer mampu memahami alur atau desain dari tampilan yang akan dibuat dengan lebih tepat. Sehingga, penggambaran ide produk mudah untuk dipahami dan tidak hanya bermodal teori Menampung Keinginan PenggunaPengembang aplikasi sangat terbuka untuk menerima berbagai masukan dari klien atau pengguna produk, terkait dengan hasil prototype yang telah dibuat. Hal tersebut berguna untuk dapat menilai kelayakan sebuah fitur dan fungsionalitas dari produk yang akan dirilis. Pendapat atau masukan dari pengguna sistem dapat memunculkan gagasan lain untuk menambahkan fitur baru di masa Studio menyediakan jasa desain website untuk mewujudkan website impian dengan tampilan menarik dan fitur tepat guna. Artikel ini berisi tentang sejarah teknologi rapid prototyping, jenis-jenis rapyd prototyping, jenis-jenis filament pada 3D printing, repetier host, cara install repetier host; A. SEJARAH TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING Tatanan ekonomi global telah mengalami empat kali Revolusi Industri. Revolusi Industri Pertama terjadi di Inggris pada abad ke-18 yang ditandai dengan penggunaan mesin uap berbahan bakar kayu atau batubara, untuk menggerakkan mesin. Selanjutnya Revolusi Industri kedua terjadi di Amerika Serikat dan Jerman pada abad ke-19 yang ditandai penggunaan mesin bermotor dengan bahan bakar listrik atau bensin. Revolusi Industri ketiga terjadi di Amerika Serikat dan Uni Soviet pada abad ke-20, diwarnai penggunaan teknik kimia-hayati berbahan bakar atom atau nuklir. Sedangkan Revolusi Industri ke empat dimulai dari Jerman pada 1990-2000 dan menyebar cepat ke Amerika Serikat serta negara-negara maju lainnya. Revolusi industri keempat antara lain ditandai kemunculan Internet cyber, Supercomputer, Robotpintar, Micro chips, Editing genetic, dan Murti 2017. Dengan berkembangnya teknologi ini maka, pembuatan prototype produk dapat dilakukan denganmudah dan cepat. Pada awalnya pembuatan prototype dilakukan dengan menggunakan metode removalrate yaitu menghilangkan sebahagian material dari bahan baku yang digunakan. Proses pembuatan dilakukan melalui proses pemesinan menggunakan mesin-mesin tiga fase pengembangan dalam pembuatan prototype yaitu Fase pertama Manual Prototyping. Tahap pertama dimulai berabad-abad lalu. Pada fase ini, prototipe biasanya tidak terlalu sophiscated dan proses fabrikasi prototipe memerlukan waktu rata-rata sekitar empat minggu Teknik yang digunakan dalam pembuatan prototipe ini cenderung berbasis kerajinan dansangat padat karya. Fase kedua Prototyping Lunak atau Virtual Aplikasi CAD / CAE / CAM menjadi lebih luas, pada awal 1980-an dengan melihatperkembangan evolusi tahap kedua Prototyping - lunak atau Virtual. Prototyping lunak diimplementasikan pada sebuah model dengan berbantukan komputer untuk melakukan pengujian, analisis dan modifikasi seolah-olah dalam bentuk prototipe fisik. Contoh, analisis stress dan ketegangan dapat diprediksi secara akurat karena kemampuan untuk menentukan sifat material yang tepat. Fase ketiga Rapid Prototyping. Rapid prototyping bagian fisik, juga dikenal sebagai solid dengan bentuk fabrikasi yang unik, teknologi komputer manufaktur atau teknologi layer manufacturing, merupakan tahapketiga dalam evolusi prototyping. Penemuan dari rangkaian metodologi Rapid Prototyping dapat menghemat waktu dengan luar biasa, terutama untuk bentuk model yang kompleks. Seiring dengan perkembangan dalam industry manufaktur yang menuntut system produksi yang effisien dan ekonomis mengarahkan berbagai pengembangan proses produksi baik dari sisi desain, planning maupun pelaksanaan proses di floor produksi. Salah satu metode untuk mencapai hal tersebut adalah melalui pembuatan prototipe cepat rapid prototyping. Proses Rapid prototyping diawali dengan melakukan desain produk gambar tiga dimensi 3Dmenggunakan komputer CAD dan melakukan proses pencetakan printing sehingga menghasilkan model yang solid prototype dari desain. Penggunaan teknologi rapid prototyping dalam proses produksi telah terbukti mampusecara cepat membantu memberikan umpan balik pada konsep desain dan mengeliminasi inkonsistensi suatu konsep desain sebelum dilakukan proses pabrikasi. Menurut Tseng 2000 Secara signifikan pada akhirnya akan mereduksi cycle time dalam proses produksi,meningkatkan kualitas produk dan mereduksi biaya perawatan mesin. Secara umum pembuatan prototype cepat ini dilakukan dengan metode teknologi layer manufacturing dimana dalam prosesnya tidak membutuhkan peralatan bantu maupunperkakas potong. Untuk membuat suatu produk tiga dimensi dapat dilakukan secara langsung dari data komputer grafis dan dikerjakan secara lapisan demi lapisan. Manfaat penggunaan Rapid Prototyping adalah Mengurangi lead time dalam memproduksi komponen prototype. Meningkatkan kemampuan untuk memvisualisasikan bagian geometri karena keberadaanfisiknya. Mendeteksi dini dan pengurangan kesalahan desain Meningkat kemampuan untuk menghitung sifat massa komponen dan rakitan Metode ini menguntungkan dalam pengurangan limbah dan biaya perubahan desain yang mahal. Dengan proses Rapid Prototyping, produk yang dibuat tidak dibatasi oleh tingkat kompleksitas geometri, dimana kondisi itu tidak dapat dikerjakan dengan proses-proses konvensional machining, casting, forming. Dalam teknologi mold misalnya, dengan teknologi pemotongan, saluran pendingin hanya memungkinkan untuk dibuat lurus proses drilling,namun dengan menggunakan proses Selective Laser Sintering saluran pendingin dapat dibuat dengan mengikuti bentuk produk Badrinarayan dan Barlow, 1994, dan Sachs dkk,1995. Dari sisi kemampuan proses, pengembangan teknologi rapid prototyping terus dilakukan, diantaranya diarahkan untuk pembuatan produk-produk multi material, micro part,smart material dan aplikasi-aplikasi pada bidang kesehatan. Pada kenyataannya, tuntutan produk multi material mutlak diperlukan, misalnya untuk struktur perkakas potong, dies danmold, maupun komponen-komponen untuk dudukan elemen atau pembuatan model merupakan merupakan metode yang telah lama sekali dilakukan dalam pembuatan sebuah produk. Tujuan dari memiliki prototipe fisik adalah untuk mewujudkan konsep desain. Dengan demikian, prototipe biasanya diperlukan sebelum dimulainya pembuatan produksi secara prototipe merupakan bentuk yang pertama dari contoh asli yang telah atau akan dibentuk atau dikembangkan, misalnya sebuah prototipe pesawat supersonik. B. RAPYD PROTOTYPING Rapid Prototyping RP dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untukmembuat model berskala prototipe dari mulai bagian suatu produk part ataupun rakitanproduk assembly secara cepat dengan menggunakan data Computer Aided Design CAD tigadimensi. Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi suatu gambar tiga dimensi menjadibenda tiga dimensi asli yang mempunyai volume . Selain itu produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk menguji suatu part tertentu. Metode RP pertama ditemukan pada tahun 1986 di California, USA yaitu dengan metode Stereolithography. Setelah penemuanmetode tersebut berkembanglah berbagai metode lainnya yang memungkinkan pembuatanprototipe dapat dilakukan secara ini, pembuatan prototipe menjadi syarat tersendiri pada beberapa perusahaan dalam upaya penyempurnaan produknya. Beberapa alasan mengapa rapid prototyping sangatberguna dan diperlukan dalam dunia industri adalah 1. Meningkatkan efektifitas komunikasi di lingkungan industri atau dengan konsumen. 2. Mengurangi kesalahan-kesalahan produksi yang mengakibatkan membesarnya biayaproduksi. 3. Mengurangi waktu pengembangan produk. 4. Meminimalisasi perubahan-perubahan mendasar. 5. Memperpanjang jangka pakai produk misalnya dengan menambahkan beberapakomponen fitur atau mengurangi fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam desain. Rapid Prototyping mengurangi waktu pengembangan produk dengan memberikan kesempatan-kesempatan untuk melakukan koreksi terlebih dahulu terhadap produk yang dibuat prototype. Dengan menganalisa prototype, para perancang dapat melakukan koreksi atas beberapakesalahan atau ketidaksesuaian dalam desain ataupun memberikan sentuhan-sentuhan engineering dalam penyempurnaan produknya. Saat ini trend yang sedang berkembang dalamdunia industri adalah pengembangan variasi dari produk, peningkatan kompleksitas produk, produk umur pakai pendek, dan usaha penurunan biaya produksi dan waktu pengiriman. Rapid prototyping meningkatkan pengembangan produk dengan memungkinkannya komunikasi yanglebih efektif dalam lingkungan industri. Beberapa metode Rapid Prototyping yang berkembang saat ini adalah 1. Stereolithography SLA 2. Selective Laser Sintering SLS 3. Laminated Object Manufacturing LOM 4. Fused Depsition Modelling FDM 5. Solid Ground Curing SGC Secara komersial beberapa jenis mesin rapid prototyping telah dipasarkan, diantaranya adalahmesin Selective laser Sintering SLS, Stereolithography, Laminated Object Manufacturing LOM dan Three Dimensional Printing 3D Printing. Adapun cara kerja untuk tiap proses adalah sebagai berikut Secara komersial beberapa jenis mesin rapid prototyping telah dipasarkan, diantaranya adalahmesin Selective laser Sintering SLS, Stereolithography, Laminated Object Manufacturing LOM dan Three Dimensional Printing 3D Printing. Adapun cara kerja untuk tiap proses adalah sebagai berikut a. Selective Laser Sintering Proses selective laser sintering dapat digunakan untuk membuat part dengan berbagai material, diantaranya polymer, pasir, logam, keramik, polystyrene dan lilin. Sesuai dengan namanya, pada proses ini laser digunakan sebagai pembangkit energi pensinter serbuk produk yangbiasanya berupa laser CO2. Mekanisme ikatan antar partikel dibentuk oleh pemanasan olehsinar laser dengan gerakan dikontrol sesuai dengan geometri image 2D hasil proses slicing dari obyek 3D yang akan dibuat. Lapisan yang telah menajdi padat sebagai akibat proses sinteringsecara local, selanjutnya diturunkan dan ditutup dengan material serbuk produk olehmekanisme roll dan dilanjutkan dengan proses sintering kembali. Proses tersebut berulanghingga membentuk produk 3D yang dimaksud Harrison, nd. Mekanisme proses selective laser sintering ditunjukkan dalam Selective Laser Sintering b. Stereolithography Stereolithography diciptakan oleh Charles Hull pada tahun 1984, namun peralatannya barudibuat sejak tahun 1987 dan mulai dikomersialkan. Stereolithography menggunakan sinar ultraviolet untuk memadatkan permukaan tertentu sesuai dengan data image 3D suatu material photopolymer Proses pemadatan tersebut berlangsung layer demi layer hingga membentuk produk 3D. Stereolithography c. Laminated Object Manufacturing Laminated object manufacturing dikembangkan oleh Michael Feygin pada tahun 1985. Prosesini menggunakan lembaran material seperti kertas, plastik atau komposit yang ditumpuk. Laserkemudian melakukan proses pemotongan untuk membentuk geometri obyek lapis ke proses seperti diperlihatkan pada Laminated Object Manufacturing d. Three dimensional Printing Printer 3D pertama sekali dikenalkan oleh Charles pada tahun 1986, dan memiliki hakpaten stereolithography, teknologi ini mencetak obyek dalam tiga dimensi. Printer 3D sudah banyak dikembangkan dibidang pembuatan prototype perhiasan, alas kaki, industry desain,arsitektur, mesin dan konstruksi otomotif, penerbangan, industry kesehatan, serta Johanes Djahuari 2013 printer 3D pertama masuk Indonesi sekitar awal 2000 danmulai dipasarkan pada tahun 2007. Mekanisme kerja printer diawali dengan membuat objekyang hendak dicetak menjadi format file 3D, hal ini dapat dilakukan dengan memotret setiapsudut obyek yang akan dicetak. Untuk menterjemahkan ke format 3D digunakan printi lunakkhusus, misalnya printer face dan repitier. Kemudian computer dihubungkan ke motherboardprinter. Motherboard inilah yang memberi perintah gerakan koordinat X,Y, dan Z,menerjemahkan dokumen digital menjadi objek 3D. Bahan polylactic acid dipasang kedalam salah satu motor penggerak yang menjadi tempat melelehkan material plastik hingga suhu 130OC. Ketika sudah meleleh, polyactic acid berubah menjadi serat halus. Kemudian gerakanmemutar, serat-serat tersebut membentuk pola sesuai dengan bentuk objek yang proses three dimensional printing dinyatakan dalam Gambar. 4. 3D Printing C. MESIN 3D PRINTING 3D printing adalah teknologi mencetak menggunakan mesin printing khusus sehingga hasil yang didapatkan berbentuk 3D. Mesin printing tersebut memiliki kecanggihan khusus, yakni mampu mencetak benda, yang sama persis dengan gambar soft file-nya, dalam bentuk 3D tidak lagi sebatas mencetak gambar di atas kertas saja. Hasil dari 3D printing ini digunakan dalam prototyping model maupun industri secara luas, seperti dalam arsitektur, otomotif, militer, industri medis, fesyen, sistem informasi geografis sampai biotech penggantian jaringan tubuh manusia. Contohnya, dalam pembuatan sepatu yang dilakukan oleh salah satu merk ternama dunia, solnya sudah mulai menggunakan 3D printing, yang tentunya sangat bisa terkustomisasi sesuai pengguna sepatunya. Biasanya, untuk membuat 3D printing beberapa bahan yang biasa digunakan adalah Acrylonitrile Butadiene Styrene ABS dan Polylactic acid atau Polylactide PLA . Kedua material ini berasal dari kelompok thermoplastik yang memiliki sifat mudah dibentuk ketika dipanaskan dan menjadi padat kembali ketika didinginkan. Kelebihan dari material thermoplastik yaitu dapat didaur ulang atau diproses kembali secara berulang-ulang sehingga lebih ramah lingkungan. Untuk material campuran untuk membuat lintasan jalan raya misalnya juga ada sebenarnya, namun masih dalam tahap pengembangan. Keterbatasan ini berlaku juga untuk pewarnaan produk. Apapun warna yang ada di gambar, produk yang tercetak nantinya hanya akan memiliki satu warna sesuai dengan material yang ada di dalam printernya. Sebab itu, ketika ingin mengaplikasikan warna yang beragam untuk satu produk, perlu dilakukan pengecatan secara manual menggunakan pilox atau pewarna lainnya. Untuk menghasilkan 3D Printing, kita harus paham dulu bagaimana cara membuat 3D modeling. Karena untuk membuat desainnya, tentu kamu harus memahami teknik 3D modeling. Membuat desainnya menggunakan software khusus untuk model desain 3D Auto CAD, dan Autodesk Inventor, Solidwork. CATIA yang mendukung printernya, misalnya kamu mendesain gambar 3D robot atau untuk percobaan dengan menggunakan software desain 3D. Kedua, setelah di desain, maka cetak menggunakan mesin printer khusus 3D dengan bahan-bahan yang disebutkan di atas. Proses mencetak pun dimulai, lamanya mencetak tergantung besar dan ukuran model. D. JENIS FILAMENT PADA 3D PRINTING Filament yang dapat digunakan untuk metode FDM dalam 3D printing ini sangat banyak. Berikut adalah 5 jenis filament yang paling umum digunakan. Filament 3D Printing 1. Polylactic Acid PLA PLA merupakan filament plastik yang bersifat bio-degradable, yaitu dapat terurai lebih cepat dalam lingkungan dibandingkan dengan plastik lainnya sehingga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan. Karena sifat tersebut, PLA biasanya digunakan sebagai packaging makanan. Secara fisik, PLA memiliki sifat yang cukup keras dan kaku. Selain lebih ramah lingkungan, salah satu keunggulan PLA adalah mudah digunakan. Karena mudah digunakan, filament ini secara umum menjadi pilihan utama bagi para penggunanya. Namun, kelemahannya terhadap temperatur panas yang tinggi. Diameter Filament 1,75 mm Print Temperature 190°C - 220 °C 2. Acrylonitrile Butadiene Styrene ABS ABS merupakan filament plastik yang terbuat dari sumber daya berbasis minyak. Selain itu, memiliki sifat yang lebih keras dan kaku dibandingkan dengan PLA. ABS biasanya digunakan sebagai bumper mobil maupun helm. Salah satu keunggulan ABS adalah memiliki usia pemakaian yang panjang dan tahan temperatur yang tinggi dan kelemahannya adalah lebih sulit untuk digunakan dalam 3D printing karena sifatnya yang keras dan kaku. Diameter Filament 1,75 mm Print Temperature 220°C - 260 °C 3. Polyvinyl Alcohol PVA PVA merupakan filament yang memiliki ciri khas water-soluble, yang berarti dapat larut dalam air. PVA biasanya digunakan pada multi-extruder 3D printer sebagai material penyangga support material dari material utama yang digunakan. Salah satu keunggulan PVA adalah kemampuannya yang dapat larut dalam air, sesuai dengan ciri khasnya. Keunggulan ini memungkinkan tidak adanya bekas yang tersisa pada material utama hasil 3D printing setelah material penyangga dilepas. Berbeda ketika material penyangga yang digunakan sama dengan material utamanya, biasanya akan meninggalkan bekas. Pada umumnya, material utama yang paling cocok dengan PVA adalah PLA dan Nylon. Sayangnya, filament ini jarang digunakna sebagai material utama. PVA Polyvinyl Alkohol filament adalah 3D filament printer yang larut dalam air. Fitur ini membuat filamen PVA kami sangat cocok sebagai bahan pendukung/support untuk 3D Print PLA yang kompleks. Diameter Filament 1,75 mm Print Temperature 190°C - 220 °C 4. Metal Filament Metal filament pada dasarnya merupakan filament normal yang ditambahkan unsur Copper, Bronze, Brass, dan Stainless Steel di dalamnya. Penggunaan metal filament dapat digunakan secara langsung dengan menggunakan 3D printer FDM yang biasa. Meskipun harga filament ini tergolong sedikit lebih mahal, namun keunggulan metal filament adalah memiliki bentuk akhir yang terlihat lebih elegan dan atraktif metal-like. 5. High-density Polyethylene HDPE merupakan filament plastik yang dapat didaur ulang. Filament ini sangat ramah lingkungan, sehingga dapat menjaga bumi dari limbah plastik karena dapat terus didaur ulang. HDPE biasanya digunakan sebagai wadah susu, bungkus deterjen, dan berbagai macam produk lainnya. Salah satu keunggulan HDPE adalah memiliki rasio kekuatan dengan densitas yang merata dan sifatnya yang tahan korosi, sedangkan kelemahannya adalah memerlukan temperatur pemanasan yang tinggi. 6. HIPS 3D Filament HIPS adalah singkatan High Impact Polystyrene dan sangat mirip dengan ABS. Perbedaan utama adalah bahwa HIPS dapat larut dalam larutan Limonene. Ini berarti bahwa Anda dapat menggunakan HIPS selain sebagai produk print akhir, dapat juga untuk mencetak object 3D yang komplek dengan kombinasi 3D filament lain, dimana HIPS sebagai bahan pendukung/support yang kemudian dapat dengan mudah dihilangkan dengan menempatkan hasil 3D Print Anda di Larutan D-Limonene Oil. Ini adalah alternatif yang fantastis untuk pembersihan bahan pendukung/support. Diameter Filament 1,75 mm Print Temperature 220°C - 260 °C E. SOFTWARE REPETIER-HOST Software Repetier-Host merupakan salah satu software yang memiliki fungsi lengkap dan sangat mudah digunakan. Setelah perintah slicing dilakukan Repitier-Host akan memasukan perintah pada mesin 3D printing untuk melakukan proses pencetakan objek. Software Repetier-Host dilengkapi dengan fitur emergency stop yang berfungsi sebagai tombol pengaman apabila terjadi kegagalan pada saat proses printing. Software Repetier-Host ini dapat diunduh dan digunakan secara gratis. Untuk unduh gratis silakan kunjungi web resmi di Repetier Host Cara install software Repetier-host Langkah-langkah Install repetier-host adalah sebagai berikut; 1. Klik hasil download dari repetier-host. Akan muncul kotak dialog “select setup language”. Pilih English kemudian klik OK. Kalau muncul kotak dialog tinggal klik Next. 2. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini klik “I accept the agreement”. Kemudian klik Next. Kalau muncul kotak dialog tempat penyimpanan penginstalan, tinggal klik Next. Biasanya akan di install di folder C. 3. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini, secara default slicer dll. sudah tercentang semua. Kita tinggal klik Kemudian klik Next è Next. 4. Kemudian klik Install, tunggu sampai proses selesai. Setelah selesai klik finish untuk melaunching software repetier-host Desain di dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia didefinisikan sebagai “Proses pemecahan masalah objektif manusia dan lingkungan yang didasari kolaborasi ilmu dan kreativitas dengan menambahkan nilai-nilai termasuk nilai identitas budaya dan nilai tambah added value baik secara ekonomis, fungsional, sosial, dan estetika sehingga dapat memberikan solusi subjektif”. Buku Rencana Pengembangan Desain Nasional 2015 – 2019 disusun oleh Tim Studi Cetak Biru Ekonomi Kreatif Indonesia. Rencana Pengembangan Desain 2015-2019 terdiri atas terdiri atas lima bagian BAB 1 Menjelaskan definisi, ruang lingkup, sejarah, dan perkembangan desain . BAB 2 Menjelaskan ekosistem desain secara mendalam, peta dan ruang lingkup industri desain, dan model bisnis desain . BAB 3 Menjelaskan kontribusi desain kepada perekonomian Indonesia melalui uraian data Produk Domestik Bruto, ketenagakerjaan, aktivitas perusahaan, ekspor/impor, dan konsumsi rumah tangga. Bagian ini juga menjelaskan kebijakan/regulasi, struktur pasar, analisis daya saing, identifikasi potensi, dan identifikasi permasalahan desain. BAB 4 Menjelaskan rencana pengembangan desain 2015-2019 berdasarkan kondisi saat ini dengan mengacu kepada arahan strategis pembangunan nasional dan pengembangan ekonomi kreatif 2015-2019. BAB 5 Bagian ini bertujuan untuk memberikan kesimpulan serta saran dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat prototipe adalah membuat gambar kerja prototipe yang merupakan gambaran secara menyeluruh dan detail mengenai desain produk yang telah dibuat sebelumnya. Informasi-informasi yang ada pada gambar kerja disesuaikan dengan prototipe produk yang akan dibuat. Selain itu, dalam gambar kerja harus memuat infomasi yang sesingkat-singkatnya, selengkap-lengkapnya, dan sejelas-jelasnya mengenai prorotipe yang akan dibuat. {index} Advertisement Horizontral Article Continue Reading Below Manusia memiliki caranya sendiri untuk mengutarakan pemikiran dan maksudnya, baik secara lisan maupun berupa tulisan atau gambar. Sejak dahulu sampai sekarang gambar sudah digunakan sebagai alat komunikasi, bahkan mengalami perkembangan yang sangat pesat karena adanya dukungan dari perkembangan teknologi saat ini. Pada artikel ini saya akan membahas mengenai gambar kerja produk sedetail mungkin yang bisa kalian baca sebagai berikut. Konsep Gambar Kerja Pada Produk Gambar kerja adalah sebuah gambar yang digunakan sebagai acuan atau patokan untuk merealisasikan antara ide ke dalam wujud fisik sebuah benda. Gambar kerja adalah komunikasi utama wirausahawan sebagai pemilik ide atau gagasan dengan orang atau tim yang dapat mewujudkan ide atau gagasan tersebut ke dalam sebuah desain prorotipe atau produk. Desain prototipe yang dibuat bisa berupa sketsa, foto, dan sebagainya. Konten atau isi pada gambar kerja atau lembar kerja harus dipahami oleh wirausaha dan tim pembuatnya serta semua bidang yang berperan dalam pembuatan desain produk atau prototipe. Advertisement Eye Manufactures Continue Reading Below Gambar kerja dapat terdiri dari berbagai unsur yang di dalamnya memuat informasi mengenai bentuk, bahan-bahan, dan warna. Dengan bantuan gambar kerja juga, seorang wirausaha tidak perlu untuk mengawasi setiap detail dari semua unsur yang berperan pada proses pembuatan prototipe atau produk, karena akan menyita waktu dan tidak efisien. Namun tetap harus ada pemantauan dan quality control yang dilakukan wirausahawan. Gambar kerja bisa berupa lembar kerja, diagram alir, cara kerja, dan lain sebagainya. Gambar kerja yang baik adalah gambar yang mudah dipahami, sehingga siapapun yang menggunakan gambar kerja tersebut dapat membuat desain prototipe atau produk dengan sama persis. Gambar kerja berbeda degan desain produk, perbedaanya yaitu jika desain produk berupa proses perancangan sebuah produk yang akan dibuatkan prototipenya terlebih dahulu sedangkan gambar kerja merupakan penyempurnaan dari gambar desain yang akan dibuat. Karena gambar kerja biasanya memberikan informasi yang lebih detail dibandingkan desain produk yang biasanya hanya bentuk sketsa saja. Ketidakjelasan gambar kerja yang dibuat dapat membingungkan tim pembuat desain produk. Selain itu, kesalahan dalam pembuatan desain produk dikarenakan adanya ketidakpahaman tim pembuat atau tim pelaksana di lapangan membuat produk yang dibuat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hal tersebut dapat membuat suatu produk gagal dalam pemasarannya ataupun dapat berbahaya bagi konsumen. Contohnya permasalahan yang dialami ranjang bayi bermerek Simplicity. Lebih dari unit produknya tersebut di tarik dari pasar. Hal tersebut dikarenakan oleh kematian bayi berumur 8 bulan. Penyebabnya adalah sebagian produk mempunyai kelemahan, yaitu material yang digunakan mudah patah. Kejadian ini bukan yang pertama kalinya, pada bulan September tahun 2008 perusahaan ini pun telah menarik unit produk yang sama dan pada tahun 2007 sebanyak ane juta unit produk ditarik dari pasar. Secara umum, gambar kerja dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu gambar dua dimensi dan gambar tiga dimensi. Gambar Dua Dimensi Gambar dua dimensi adalah gambar yang hanya dapat menunjukan salah satu permukaan benda saja, namun benda tersebut dapat ditampilkan dari atas, bawah, samping kanan, maupun kirinya. Permukaan benda yang ditunjukkan biasanya berisi keterangan yang menjelaskan secara detail gambar dua dimensi tersebut. Fungsi dari gambar dua dimensi adalah memudahkan benda untuk dipahami oleh orang lain dengan mencantumkan keterangan yang detail mengenai benda tersebut. Gambar Tiga Dimensi Gambar tiga dimensi menampilkan benda dari berbagai sisi, baik atas, bawah, dan samping. Gambar tiga dimensi merupakan gambar yang menampilkan bentuk asli atau nyata sebuah benda. Pada gambar tiga dimensi terdapat keterangan panjang, tinggi dan lebar benda, tetapi keterangannya tidak sedetail gambar dua dimensi. Fungsi gambar tiga dimensi adalah meggambarkan contoh benda yang di dalamnya tersusun dari gambar dua dimensi. Namun biasanya gambar kerja yang dibuat hanya dalam bentuk gambar dua dimensi. Karena dalam gambar dua dimensi menampilkan keterangan yang lebih particular dibandingkan gambar kerja dalam bentuk tiga dimensi. Tujuan Gambar Kerja Dalam Produk Sebuah gambar yang dibuat akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda pada setiap orang. Selain itu, gambar yang dibuat bisanya memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Salah satu tujuan gambar kerja adalah untuk menyamakan persepsi mengenai suatu konsep, objek atau benda tertentu. Misalnya, gambar kerja yang memuat desian pembuatan kopi kemasan, pasti setiap orang yang melihat akan beranggapan bahwa gambar kerja tersebut menunjukkan langkah-langkah untuk membuat kopi kemasan. Tujuan dari gambar kerja prototipe atau produk yang lain, adalah sebagai berikut. Sebagai standar desain produk dalam proses produksi yang disepakati dan agar tujuan dari pembuatan produk tersebut dapat dicapai, oleh karena itu penggunaan simbol-simbol gambar harus sama secara internasional. Mempopulerkan gambar. Dalam bidang teknologi yang membutuhkan information-information yang pasti dan akurat, mempopulerkan atau mengenalkan gambar sangatlah penting. Karena gambar yang dibuat harus berdasarkan data bukan berdasarkan kebiasaan atau perasaan saja. Sehingga, gambar tujuan dari gambar tersebuut dapat tersampaikan. Menyederhanakan desain prototipe yang telah dibuat. Tujuannya adalah untuk menghemat waktu, mempermudah pengerjaan dan mempercepat perencanaan. Memperjelas desain produk yang telah dibuat untuk menghindari kesalahan pengerjaan. Fungsi Gambar Kerja untuk Wirausaha Gambar kerja berfungsi sebagai suatu alat untuk menyampaikan tujuan atau maksud dari pembuat gambar tersebut kepada orang yang melihatnya. Selain itu, gambar kerja produk berfungsi sebagai sumber informasi yang mampu menghubungkan perancang atau pembuat gambar kerja dengan pihak yang memanfaatkannya. Sehingga keterangan-keterangan yang terdapat pada gambar kerja harus sedetail mungkin dan pasti, tidak boleh menimbulkan keraguan atau kebingungan pada orang yang menggunakan-nya. Jika pada gambar kerja menggunakan lambang-lambang tertentu, maka lambang tersebut harus diberi catatan atau keterangan dalam bahasa dan pengertian yang berlaku secara internasional. Dalam proses pembuatan gambar kerja berdasrkan desain produk yang telah dibuat, tetap harus melewati proses evaluasi yang dapat dilakukan berulang-ulang sampai gambar kerja tersebut dapat berisi informasi-informasi pembuatan prototipe yang sesuai dengan harapan. Penyampaian informasi pada gambar kerja diusahakan harus sesingkat, selengkap, dan sejelas mungkin. Contoh penerapan fungsi gambar kerja, misalnya jika seorang wirausaha akan membuat produk berupa kopi bubuk pasti Ia akan berkonsultasi dengan ahli di bidang kopi untuk mengetahui bagaimana menghasilkan kopi bubuk yang berkualitas. Dengan demikian, fungsi gambar kerja dalam pembuatan kopi adalah membantu menjelaskan proses dalam pembuatan kopi. Karena pembuatan gambar kejra sudah dilaksanakan dengan matang dan di desain pada awal perencanaan, sehingga gambar kerja tersebut dapat memberikan analisa tepat mengenai kekurangan dan kelebihan dalam proses pembuatan kopi dan hal- hal yang harus dilakukan sebelum produk tersebut dipasarkan. Langkah-Langkah Pembuatan Gambar Kerja Salah satu langkah penting dalam proses pembuatan prototipe adalah pembuatan gambar kerja. Gambar kerja yang telah dibuat akan menjadi acuan atau patokan visual dalam pembuatan prototipe. Proses pembuatan gambar kerja merupakan suatu kegiatan yang penuh dengan kreativitas. Dalam proses pembuatan gambar kerja, bentuk gambar kerja yang dibuat tergantung dari ide yang dimiliki. Selain itu untuk gambar kerja yang dibuat harus juga disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Usahakan agar bahan yang digunakan membuat gambar kerja adalah bahan yang paling murah, karena yang terpenting dalam proses pembuatan gambar kerja adalah gambar kerja yang telah dibuat dapat menjadi prototipe yang efektif. Ide atau gagasan yang seorang wirausahawan ptototipe dapat dituangkan ke dalam bentuk gambar atau diagram proses. Kemudian dianalisis untuk menentukan bahan dan komponen serta cara pembuatan dari prototipe tersebut. Proses dapat berlangsung secara terus menerus sehingga diperoleh gambar kerja prototipe yang sempurna. Data dari hasil analisa digunakan untuk memperbaiki gambaran awal prototipe pada gambar kerja, yang memuat keterangan-keterangan dengan particular. Dalam pembuatan gambar kerja, pembuat gambar kerja dibantu oleh drafter atau orang yang memberikan keterangan-keterangan yang ringkas tetapi sesuai dengan maksud dan tujuan dari pembuat gambar kerja tersebut. Selain juru gambar, seorang perancang pun membutuhkan operator membuat benda nyata dari gambar kerja yang telah dibuat. Seorang operator harus memiliki kemampuan berbagai macam mesin, apilkasi maupun alat elektronik. Selain itu, ia juga harus memahami standarisasi yang ditetapkan perusahaan maupun standarisasi nasional dan internasional. Dalam berwirausaha pembuatan gambar kerja yang menggambarkan produk dengan tepat sangatlah penting dan dalam pembuatannya harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya sebagai berikut. Keamanan produk. Kenyamadan dan keindahan produk. Mudah dan praktis dalam penggunaannya. Bahan baku. Model atau bentuk yang sesuai dengan perkembangan zaman. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan gambar kerja menjadi produk nyata, di antaranya sebagai berikut. Mencari ide produk atau gagasan produk yang sesuai dengan pasar. Menetapkan ide atau gagasan ke dalam gambar kerja. Membuat gambar kerja produk. Membuat prototipe produk. Menganalisanya mengenai ptototipe produk yang telah dibuat. Evaluasi dan perbaiki jika ada kekurangan. Selain itu, terdapat beberapa kriteria dari sebuah gambar kerja sebagai acuan pembuatan prototipe. Kriteria dan syarat gambar kerja dalam pembuatan prototipe, di antaranya sebagai berikut. Gambar kerja prototipe alangkah baiknya dibuat dengan cepat dan murah. Karena biaya yang besar harus dikonsentrasikan pada aspek eksplorasi atau pengembangan konsep pembuatan prototipe. Gambar kerja dapat dibuang, jadi jangan membuat gambar kerja dari bahan yang tidak dapat dibuang. Beberapa bahan yang dapat digunakan, seperti tanah liat, karton, dan lain sebagainya. Gambar kerja dibuat dengan resolusi rendah, karenn, dan gambar kerja merupakan rancangan sederhana dari sebuah prototipe. Gambar kerja prototipe bersifat ambigu, artinya gambar kerja tersebut dapat diinterpretasikan dari segala sisi olah siapapun yang melihatnya. Sehingga memiliki sifat terbuka untuk dikritisi dan disempurnakan kembali. Teknologi dan Aplikasi yang Dapat Digunakan dalam Membuat Gambar Kerja Proses pembuatan gambar kerja prototipe melibatkan berbagai teknologi dan aplikasi yang dapat digunakan dari awal proses pembuatan sampai akhir proses pembuatannya. Teknologi ataupun aplikasi yang dipilih harus benar-benar memiliki kemampuan atau fitur untuk membuat gambar kerja yang detail dan jelas. Beberapa teknologi dan apilasi yang dapat digunakan, di antaranya adalah sebagai berikut. Aplikasi “GauGAN” yang berbasis kecerdasan buatan AI Sketchup 3dmax 3D Slash Clara. IO Canva Adobe Photoshop dan lain sebagainya Selain aplikasi digital, ada beberapa cara untuk membuat gambar kerja secara manual. Adapun alat dan bahan yang dapat digunakan, adalah sebagai berikut. Pensil gambar Pulpen dan kertas Penggaris Meja gambar Jangka Kesimpulan Gambar Kerja Produk Dari pembahasan diatas, maka kesimpulan yang didapatkan adalah sebagai berikut. Gambar kerja adalah sebuah gambar yang digunakan sebagai acuan atau patokan untuk merealisasikan antara ide ke dalam wujud fisik sebuah benda. Gambar kerja adalah komunikasi utama wirausahawan sebagai pemilik ide atau gagasan dengan orang atau tim yang dapat mewujudkan ide atau gagasan tersebut ke dalam sebuah desain prorotipe atau produk. Gambar kerja dapat terdiri dari berbagai unsur yang memuat informasi mengenai bentuk, bahan-bahan, dan warna. Gambar kerja bisa berupa lembar kerja, diagram alir, cara kerja, dan lain sebagainya. Gambar kerja yang baik adalah gambar yang mudah dipahami sehingga siapapun yang menggunakan gambar kerja tersebut dapat membuat desain prototipe atau produk dengan sama persis. Gambar kerja berbeda degan desain produk, perbedaanya yaitu jika desain produk berupa proses perancangan sebuah produk yang akan dibuatkan prototipenya terlebih dahulu sedangkan gambar kerja merupakan penyempurnaan dari gambar desain yang akan dibuat. Karena gambar kerja biasanya memberikan informasi yang lebih item dibandingkan desain produk yang biasanya hanya bentuk sketsa saja. Gambar kerja dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu gambar dua dimensi dan gambar tiga dimensi. Tujuan dari gambar kerja prototipe atau produk yang lain, yaitu, sebagai standar desain produk dalam proses produksi yang disepakati dan agar tujuan dapat di capai, mempopulerkan gambar, menyederhanakan desain prototipe yang telah dibuat, memperjelas desain produk yang telah dibuat untuk menghindari kesalahan pengerjaan. Fungsi gambar kerja adalah sebuah alat untuk menyatakan maksud atau pemikiran dari seseorang dan sumber informasi yang mampu menghubungkan perancang dengan orang yang mempergunakannya. Langkah-langkah pembuatan gambar kerja, yaitu, menentukan ide atau gagasan, membuat gambar kerja produk, gambar kerja diwujudkan menjadi prototipe, menganalisis, dan mengevaluasi prototipe. Kriteria dan syarat gambar kerja dalam pembuatan prototipe, di antaranya pembuatan gambar kerja harus cepat dan murah, dapat dibuang, dibuat dengan resolusi rendah, dan bersifat ambigu. Beberapa teknologi dan apilasi yang dapat digunakan, di antaranya, sketchup, 3d max, 3D Slash, dan lain sebagainya. Pembuatan gambar kerja dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi digital maupun menggunakan cara transmission. Beberapa alat yang dapat digunakan, di antaranya, pengaris, pensil, kertas, jangka, dan meja gambar.

apa yang dimaksud dengan gambar kerja pada proses prototyping